Merkurius, Planet terkecil di Tata Surya

Planet Merkurius

Merkurius merupakan planet terkecil di Tata Surya. Planet ini juga merupakan planet yang paling dekat dengan matahari. Permukaan merkurius bersuhu antara -180 sampai 430 derajat Celcius. Kala revolusi Merkurius 88 hari dan kala rotasi 59 hari.

Permukaan planet ini diselimuti kawah dan hampir mirip seperti Bulan. Merkurius tidak memiliki atmosfer dan satelit alami. Jarak Merkurius ke matahari adalah 57 juta kilometer dan jaraknya ke Bumi adalah 92 juta kilometer.

Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3 hanya sedikit dibawah kepadatan Bumi. Namun apabila efek dari tekanan gravitasi tidak dihitung maka Merkurius lebih padat dari Bumi dengan kepadatan tak terkompres dari Merkurius 5,3 g/cm3 dan Bumi hanya 4,4 g/cm3.

Asal mula nama ‘Merkurius’

Bangsa Romawi menamakan planet ini dengan nama salah satu dari dewa mereka, Merkurius (dikenal juga sebagai Hermes pada mitologi Yunani dan Nabu pada mitologi Babilonia). Lambang astronomis untuk merkurius adalah abstraksi dari kepala Merkurius sang dewa dengan topi bersayap di atas caduceus.

Orang Yunani pada zaman Hesiod menamai Merkurius Stilbon dan Hermaon karena sebelum abad ke lima sebelum masehi mereka mengira bahwa Merkurius itu adalah dua benda antariksa yang berbeda, yang satu hanya tampak pada saat Matahari terbit dan yang satunya lagi hanya tampak pada saat Matahari terbenam.

Di India, Merkurius dinamai Budha (बुध), anak dari Candra sang bulan. Di budaya Tiongkok, Korea, Jepang dan Vietnam, Merkurius dinamakan “bintang air”. Orang-orang Ibrani menamakannya Kokhav Hamah (כוכב חמה), “bintang dari yang panas” (“yang panas” maksudnya Matahari).

Sekian pembahasan tentang planet Merkurius. Untuk artikel selanjutnya, kami akan membahas tentang planet kedua dari matahari yaitu Venus. Semoga artikel ini dapat membantu anda mempelajari lebih dalam tentang planet ini.

Comments are closed.