5 Fakta Lucy, Sang Bintang Katai Putih

LUCY bintang katai puth

V886 Centauri atau yang lebih sering dikenal dengan nama Lucy merupakan sebuah bintang kecil di rasi Centaurus. Bintang ini ditemukan oleh sekelompok Ilmuwan dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics pada 1992. Setelah diteliti lebih lebih jauh, ilmuwan mengonfirmasi adanya sesuatu menakjubkan di dalam intinya. Berikut ini adalah 5 Fakta tentang Lucy Sang bintang katai Putih.

1. Telah Berevolusi Menjadi Bintang Katai Putih
Lucy termasuk ke dalam bintang katai putih, yaitu bintang kecil yang sudah memasuki tahap akhir evolusinya. hal tersebut karena bahan bakarnya, yaitu hidrogen telah habis dan tak mampu lagi melakukan reaksi fusi nuklir. Ketika semua itu terjadi, jumlah helium di inti bintang akan melimpah. Hingga pada akhirnya, zat itu mengalami evolusi menjadi karbon, penanda bahwa bintang telah mati atau tak bersinar lagi.

2. Didalam Intinya terdapat Berlian yang sangat Besar
Setelah menempuh serangkaian penelitian, barulah pada 2004, keberadaan Lucy dikonfirmasi. Ada yang menarik dari bintang ini, yaitu intinya dipenuhi oleh bongkahan berlian yang amat besar. Sejak inti Lucy didominasi oleh senyawa karbon, sejak itu pula Lucy mulai memproduksi berlian. Karenanya, Lucy sering dijuluki “bintang hati berlian”. Natural Diamonds melansir bahwa bintang itu memiliki berlian dengan diameter 4.000 kilometer dan berat 10 miliar triliun triliun karat. Ini membuat berlian Lucy menjadi berlian terbesar dan temahal yang pernah ditemukan.

3. Terletak diperbatasan Rasi Centaurus
Lucy terletak di rasi Centaurus, tepatnya di dalam garis-garis perbatasannya. Ini merupakan rasi terbesar kesembilan di langit malam yang memiliki 11 bintang utama. Dalam mitologi Yunani, Centaurus berarti Centaur, makhluk yang memiliki penampilan setengah manusia dan setengah kuda. Karena itu, rasi tersebut tampak seperti manusia bertubuh kuda di langit malam.

4. Namanya terinspirasi dari lagu The Beatles
Nama “Lucy” sebenarnya terinspirasi dari lagu musisi legendaris The Beatles yang berjudul “Lucy in the Sky with Diamond”. Lagu ini dirilis pada tahun 1967 setelah John Lenon, salah satu personelnya, tak sengaja melihat sebuah potret anak perempuan di antara bintang-bintang bak berlian yang digambar oleh putranya.

5. Diteliti dengan menggunakan Metode Asteroseismologi
Pada tahun 1992, para peneliti dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mendeteksi adanya sebuah getaran yang menciptakan denyutan pada Lucy. Futurism melansir bahwa denyutan ini disebabkan oleh penurunan drastis suhu di inti bintang yang mencapai angka di bawah 6.600 derajat Celsius. Kemudian di tahun 1995, ilmuwan mencoba melakukan penelitian dengan memanfaatkan denyutan tersebut untuk mengetahui komposisi bintang Lucy. Metode yang digunakan ialah asteroseismologi, yakni metode yang melibatkan gelombang radio dan spektrum bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *