Bagaimana Lubang Hitam Bisa Tercipta di Galaksi

Lubang Hitam_1

Blackhole atau Lubang Hitam merupakan bagian dari ruang dan waktu dalam suatu galaksi yang mempunyai gravitasi paling kuat bahkan cahaya tidak bisa kabur. Meskipun demikian, sebenarnya apa itu lubang hitam dan dari mana asalnya, serta bagaimana lubang hitam terbentuk di galaksi? Seorang Astrofisikawan Neta Bahcall, dari Universitas Princeton di New Jersey, Amerika Serikat mengatakan bahwa lubang hitam adalah objek atau titik di ruang angkasa, di mana tarikan gravitasinya begitu kuat, sehingga tidak ada yang bisa lepas darinya. Objek ini bahkan dapat menyedot gelombang cahaya dan inilah penyebab mengapa lubang hitam berwarna hitam. Menurut Swinburne University of Technology di Pusat Astrofisika dan Superkomputer Australia, lubang hitam terbentuk karena bintang yang sangat besar jatuh pada dirinya sendiri atau runtuh.

Saat sebuah Bintang mendekati massa hidupnya karena kehabisan Bahan Bakar untuk melakukan reaksi fusi, maka akan mengeluarkan pancaran tingkat radiasi keluaar yang semakin melemah dibandingkan dengan gaya gravitasi kedalam. ketika hal ini terjadi di penghujung akhir hidupnya, Bintang tersebut akan meledak dan ledakan inilah yang dinamakan Supernova. Supernova adalah bintang yang meledak dan meledakan sebagain bintang lainnya keluar angkasa.

Menurut NASA, teori relativitas umum yang diciptakan ilmuan asal Jerman Albert Einstein memprediksi bahwa butuh massa besar untuk menciptakan sebuah lubang hitam yang berada di ruang waktu. Jika gas dan debu mengelilingi objek, material itu akan tersedot ke dalam perut lubang hitam, menciptakan semburan cahaya terang saat gas dan debu memanas lalu memasukkan massa ini ke dalam dirinya sendiri.

Apabila ada dua lubang hitam bertemu, gravitasi atau medan magnet yang kuat yang dihasilkan masing-masing lubang hitam akan saling menarik dan membuat mereka semakin dekat kemudian berputar satu sama lain. Massa kolektif mereka akan mengguncang struktur ruang-waktu di dekatnya dan akan mengirimkan gelombang gravitasi. Para peneliti percaya bahwa lubang hitam supermasif dulunya jauh lebih kecil, membentuk lubang hitam berukuran lebih sederhana pada masa-masa awal alam semesta kita. Namun seiring waktu kosmologis, objek-objek ini atau lubang hitam ini kemudian menyerap gas dan debu, saling bergabung satu sama lain, sehingga terus bertumbuh hingga menjadi sangat besar dan kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *